Hujan dan Genangan di Jalur Mudik, Bagaimana Dampaknya ke Kaki-Kaki Mobil
Ketika mudik Anda mungkin akan melewati jalanan dengan genangan akibat hujan. Tahukah Anda jika kondisi jalanan tersebut bisa berdampak pada kaki-kaki mobil?
Untuk itulah sebaiknya Anda menghindari jalan yang tergenang. Apa saja dampak yang bisa terjadi pada kaki mobil karena genangan dan hujan di jalanan mudik?
Dampak Genangan dan Hujan Jalur Mudik pada Kaki Mobil
Berikut beberapa komponen kaki mobil yang bisa terpengaruh karena menerjang genangan jalur mudik:
-
Komponen As Rack dan Shockbreaker Berkarat
Di dalam komponen as rack dan shockbreaker terdapat karet boot. Karet tersebut berfungsi untuk mencegah kotoran masuk ke area penting.
Namun ketika karet boot robek dan musim hujan, maka air bisa masuk dengan mudah. Air dan kotoran yang masuk ke as rack steer dan shockbreaker bisa menyebabkan karatan dan akhirnya rusak lebih cepat.
-
Terjadinya Kemacetan pada Rem Mobil
Kondisi ini bisa terjadi saat mobil Anda melewati genangan jalur mudik. Kemacetan pada rem umum terjadi untuk yang masih memakai tromol atau drum brake. Memang tidak langsung macet.
Namun saat Anda mendiamkan mobil lebih dari 2 hari, maka rem tromol akan mulai macet. Kondisi tersebut terjadi karena air terperangkap di dalam tromol bisa mengakibatkan karat pada sepatu rem.
Karat tersebut lah yang menyebabkan rem tromol mengalami kemacetan. Dengan demikian drum tromol harus dibuka agar bisa membersihkan sepatu rem.
-
Kerusakan pada Bearing Roda
Dampak lain menerjang jalanan mudik yang tergenang atau banjir cukup dalam bisa menyebabkan bearing roda mobil Anda menjadi rusak.
Kondisi tersebut terjadi karena air masuk ke bearing. Lama kelamaan bearing akan berkarat.
Nah karat tersebut akan menyebabkan bearing roda mengalami kerusakan. Kemudian roda akan menjadi oblak. Umumnya terjadi karena grease atau gemuk bearing roda sudah habis.
Tips Berkendara di Genangan Jalur Mudik
Cara terbaik untuk menghindari terjadinya kerusakan pada kaki-kaki mobil memang tidak lewat jalur mudik yang tergenang dan mencari jalan alternatif. Namun memang tidak mudah. Apalagi musim hujan dan Anda berkendara di area rawan genangan bahkan banjir.
Untuk itu saat menemui genangan, perhatikan ketinggian genangan air. Anda bisa memperhatikan patokan yang mudah Anda lihat. Misalnya tanggul jalan atau trotoar.
Untuk ketinggian setengan ban masih aman untuk Anda lalui. Namun Anda perlu waspada terhadap arus yang kencang dan jalan berlubang.
Sebaiknya Anda menghindari area bahu jalan yang berdekatan dengan saluran air karena biasanya genangan air lebih tinggi.
Perhatikan juga lajur kanan, karena bisa saja genangan airnya juga paling tinggi. Kendarai mobil dengan perlahan dan tetap konsentrasi.
Anda perlu menginjak pedal gas dengan halus dan sebisa mungkin jagalah putaran mesin pada 2000 RPM. Bagi mobil transmisi manual, pertahankan transmisi pada gigi 1. Sedangkan untuk transmisi matic, pindahkan ke mode manual dan pakai gigi satu.
Ada beberapa hal lain yang juga perlu Anda perhatikan. Misalnya jangan menghentikan maupun mempercepat laju mobil dengan tiba-tiba. Tindakan tersebut bisa menyebabkan air genangan masuk ke ruang mesin.
Pastikan juga Anda menjaga jarak dengan mobil lain karena jika ada ombak maka bisa naik ke mobil. Jarak aman juga akan memberikan Anda ruang menghindar saat mobil depan mogok.
Setelah Anda lepas dari genangan air jalur mudik, tekan pedal rem secara perlahan menggunakan kaki kiri.
Tindakan tersebut gunanya mengeringkan dan juga memastikan bahwa sistem tidak bermasalah. Anda bisa melakukannya berulang kali hingga Anda yakin bahwa rem berfungsi secara normal.
Berkendara di jalanan tergenang dan hujan saat mudik bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi. Untuk itu pastikan Anda memahami cara berkendara pada kondisi tersebut. Kunjungi https://suzukicintadamai.co.id/ untuk mendapatkan tips berkendara saat mudik lainnya.