Mengapa Sabuk Pengaman Mobil Dirancang untuk Mengunci saat Tiba-Tiba Ditarik?

icon 27 March 2025
icon Admin

Sabuk pengaman memiliki fungsi penting dalam menjaga keamanan saat berada di dalam mobil. Tentunya, sangat penting bagi Anda untuk memakai sabuk dengan benar demi keselamatan.

Demi alasan keamanan, umumnya safety belt ini akan didesain sedemikian rupa. Misalnya saja, sabuk akan langsung mengunci ketika tiba-tiba ditarik. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Mengapa Sabuk Pengaman Mengunci saat Ditarik Tiba-Tiba?

Anda pasti tahu betul bahwa keamanan dalam berkendara sangatlah penting untuk diutamakan. Itulah mengapa pemakaian aksesori atau atribut demi menjaga keamanan berkendara perlu diperhatikan dengan baik.

Sabuk pengaman atau safety belt menjadi salah satu atribut yang sangat penting untuk digunakan demi keselamatan selama di jalan. Sabuk ini akan menjaga posisi tubuh Anda tetap di tempat walau terjadi hantaman pada mobil.

Perlu diketahui bahwa safety belt didesain agar mengunci apabila ditarik secara tiba-tiba. Alasannya agar sabuk bisa memberi perlindungan optimal dan benar-benar melindungi tubuh Anda saat terjadi hantaman atau guncangan.

Mungkin Anda akan merasa kurang nyaman jika harus berkendara dengan kondisi AC yang rusak. Cobalah untuk menerapkan beberapa tips berikut ini agar tetap bisa merasa nyaman walaupun berkendara dengan AC yang rusak.

Bagaimana Sabuk Pengaman Bisa Mengunci?

Sebenarnya, prinsip pemakaian sabuk keamanan ini cukup mudah dipahami. Sabuk harus terpasang dalam posisi yang tepat dan terkunci agar bisa menjaga posisi tubuh dengan baik.

Bayangkan saja jika sabuk tidak mengunci, maka akan terlepas dan tubuh Anda juga bisa terbentur ke depan saat ada hantaman.

Berikut akan dibahas seperti apa mekanisme yang terjadi sehingga safety belt dapat terkunci dengan baik.

  • Terkunci oleh Retraktor

Safety belt di mobil Anda memiliki bagian yang disebut sebagai retraktor. Retraktor ini adalah bagian yang akan menahan posisi sabuk agar tetap di tempatnya.

Bahkan saat ada guncangan dan hantaman yang membuat tubuh maju ke depan, sabuk tetap akan menahannya dengan baik. Hal ini terjadi berkat adanya retraktor yang kuat sebagai penahan tadi.

Bayangkan jika tidak ada retraktor sebagai penahan. Percuma saja memakai sabuk karena posisi sabuk bisa berubah dan tidak dapat menahan tubuh di tempat saat ada guncangan.

  • Ada Sensor Inersia 

Retraktor yang menjadi penahan sabuk tadi dilengkapi sensor inersia. Sensor ini memiliki peran yang sangat penting. Fungsinya adalah mendeteksi adanya perlambatan dan guncangan pada kendaraan.

Jadi, ketika tiba-tiba ada gundangan atau perlambatan, sensor inersia akan langsung mengetahuinya.  Selanjutnya, retraktor akan bekerja menahan sabuk agar posisi tubuh Anda tetap tertahan di tempat aman.

Perlu diketahui bahwa sensor inersia ini juga menjalankan fungsi penting yaitu penguncian aktif. Jika terdeteksi ada gerakan mendadak atau tiba-tiba maka akan langsung terjadi penguncian. Hal inilah yang pada akhirnya membuat sabuk tetap bertahan di tempatnya alis terkunci.

Jika fungsi sensor inersia dan retraktor berjalan dengan baik, maka fungsi safety belt juga akan optimal. Sabuk akan terkunci di posisi yang tepat dan tidak mudah longgar. Ini akan sangat membantu tubuh agar tetap bertahan di tempat semula saat ada guncangan.

Bagaimanapun juga, berkendara dengan kondisi sabuk pengaman terpasang sempurna adalah sebuah keharusan. Ini dilakukan untuk menghindari benturan yang fatal saat terjadi guncangan maupun kecelakaan.

Jangan lupa kunjungi website  https://suzukicintadamai.co.id/ untuk mendapat informasi dunia otomotif bermanfaat lainnya.