Kesalahan saat Mengganti Kampas Rem yang Bisa Bikin Rem Tidak Pakem

icon 12 December 2025
icon Admin

Mengganti kampas rem adalah pekerjaan yang terlihat sepele. Padahal, ada banyak detail kecil yang sering terlewat saat siapapun mencoba menggantinya. Banyak pemilik kendaraan merasa sudah melakukan penggantian dengan benar, namun hasilnya justru rem menjadi kurang pakem atau terasa tidak responsif. 

Dalam artikel ini, Anda akan menemukan beberapa kesalahan umum saat mengganti kampas rem yang jarang dibahas. Pembahasan ini dibuat agar Anda tidak hanya mengenali kesalahan saat penggantian, tetapi juga mampu mendeteksi adanya error pada kampas rem 

5 Kesalahan saat Penggantian Kampas Rem

Di bawah ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin terjadi ketika penggantian kampas rem tengah dilakukan

  1. Melewatkan Proses Break-in Kampas Rem Baru

Setiap kampas rem baru membutuhkan penyesuaian agar permukaannya menempel sempurna pada piringan rem. Fase ini sering disebut break-in atau bedding.

Bila fase ini dilewatkan, kampas rem tidak akan memiliki daya cengkeram optimal. Gesekan yang tidak sempurna ini membuat pengereman terasa panjang dan tidak stabil. Selain itu, panas yang dihasilkan saat pengereman juga tidak terdistribusi merata sehingga pemakaian kampas menjadi tidak seimbang.

Ketika proses break-in tidak dilakukan, rem Anda mungkin bekerja, tetapi tidak pada performa idealnya. Dalam kondisi darurat, ini berpotensi membuat kendaraan Anda memerlukan jarak henti lebih panjang.

  1. Tidak Membersihkan Area Kaliper Sebelum Memasang Kampas Rem

Bagian kaliper berperan mengarahkan tekanan hidrolik ke kampas rem. Sayangnya, komponen ini sering luput dari perhatian saat penggantian. Debu rem, karat tipis atau sisa oli yang menempel dapat membuat kampas tidak sejajar.

Akibatnya, kampas rem yang baru bekerja tidak seimbang. Salah satu sisi bisa menekan lebih kuat dibanding sisi lainnya. Alhasil, rem menjadi tidak pakem dan Anda mungkin merasakan getaran saat menginjak pedal.

  1. Salah Memilih Ketebalan Kampas Rem

Kampas yang terlalu tebal dapat membuat piringan dan kampas saling bersinggungan sebelum pedal diinjak. Ini menghasilkan gesekan berlebih dan mempercepat keausan piringan serta meningkatkan suhu rem secara signifikan.

Jika kampas terlalu tipis, rem tidak akan menghasilkan tekanan yang cukup sehingga memanjangkan jarak pengereman. Sebaliknya, ketebalan berlebih menciptakan gesekan konstan yang tidak terlihat tetapi dapat menurunkan efisiensi bahan bakar dan meningkatkan risiko rem terkunci.

  1. Tidak Melumasi Bagian yang Memang Perlu Pelumas

Meskipun kampas rem tidak boleh terkena pelumas, ada beberapa bagian yang justru membutuhkan pelumasan tipis, seperti titik geser pada dudukan kampas. Tanpa pelumasan ini, pergerakan kampas menjadi kaku dan dapat menyebabkan kampas tidak kembali ke posisi netral.

Ketika kampas macet, Anda akan merasakan rem seolah berat, bahkan pedal terasa tidak bebas. Kondisi ini mengurangi sensitivitas pengereman dan membuat kampas cepat habis di satu sisi saja.

  1. Tidak Menguji Performa Rem Setelah Penggantian

Kesalahan besar lainnya adalah langsung menggunakan kendaraan tanpa melakukan tes pengereman. Pengujian ini penting untuk memastikan kampas rem terpasang sempurna dan respons hidrolik bekerja normal.

Uji pengereman hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari kecepatan rendah. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada suara, getaran atau ketidaknormalan lain yang muncul setelah penggantian.

Rem yang tidak pakem biasanya menunjukkan gejala seperti pedal terasa dalam, respons lambat, atau suara menggesek. Jika gejala ini muncul, kemungkinan ada prosedur pemasangan yang terlewat.

Pastikan Penggantian Kampas Rem Dilakukan dengan Prosedur yang Tepat

Mengganti kampas rem bukan sekadar memasang komponen baru. Anda perlu memahami kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi agar sistem pengereman tetap optimal dan aman digunakan. Dengan prosedur yang benar, rem tidak hanya kembali pakem, tetapi juga lebih awet.

Jika Anda menginginkan proses penggantian kampas rem yang profesional dan sesuai standar Suzuki, kunjungi layanan resmi melalui https://suzukicintadamai.co.id/. Anda akan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang dapat meningkatkan keamanan berkendara Anda.